Habibie& Ainun - Bacharuddin Jusuf Habibie di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Berbedadengan buku biografi Ainun dan Habibie yang ditulis oleh Bacharuddin Yusuf. Perbedaannya terletak pada isi bukunya. Buku Ainun dan Habibie lebih menitikberatkan kepada kisah cinta Habibie denga Ainun. Sedangkan dalam buku The true life of Habibie, isi buku lebih ditekankan bagaimana Habibie meraih kesuksesannya yang gemilang. SINOPSIS: Larasati (Mikha Tambayong), 16 tahun, gadis manja yang manis itu akhirnya merasakan jatuh cinta. Hasri Ainun Habibie. Kini, buku setebal 323 halaman yang sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa itu akan Pictures. "Saya berharap buku Habibie dan Ainun bisa menginspirasi, namun film ini seharusnya bisa lebih EyangHabibie, yang merupakan ahli dalam bidang pesawat terbang ini, dikenal sangat romantis dan mencintai istrinya yang juga merupakan seorang dokter. Selama lebih dari 40 tahun, keduanya hidup bersama dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Tak heran, kisah cinta keduanya juga diabadikan dalam sebuah film berjudul "Habibie dan Ainun". Habibie& Ainun adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 20 Desember 2012. Film ini dibintangi oleh Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, dan Tio Pakusadewo. Pada peluncurannya, film ini disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta ke-16, Ir. H. Joko Widodo, dan oleh tokoh utama film ini sendiri, Presiden 1hFZE. Resensi Novel Habibie & Ainun Resensi Novel Habibie Ainun – Berikut merupakan sinopsis atau resensi sebuah novel spektakuler “Habibie Ainun” dimana novel ini merupakan buah karya dari bapak BJ Habibie, khususnya untuk mengenang Almh. istrinya tercinta. 1. IDENTITAS NOVEL HABIBI AINUN2. BIOGRAFI PENULIS3. LATAR BELAKANG NOVEL4. ISI NOVEL5. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NOVEL6. KESIMPULAN 1. IDENTITAS NOVEL HABIBI AINUN Judul Habibie & Ainun Penulis Bacharuddin Jusuf Habibie Penerbit PT. THC Mandiri Tahun Terbit 2010 Jumlah Halaman 323 Halaman 2. BIOGRAFI PENULIS Habibie adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia, Habibie selain dikenal sebagai orang paling cerdas dan ahli pesawat terbang, Ia juga merupakan Mantan presiden ketiga Republik Indonesia. 3. LATAR BELAKANG NOVEL Habibie & Ainun merupakan karya dari mantan presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Buku ini berisi kisah-kisah dan pengungkapan rasa cinta terdalam dari sang profesor kepada almarhumah istrinya yakni Hj. Hasri Ainun Habibie binti R. Mohamad Bestari yang wafat pada tanggal 23 Mei 2010 lalu. Dalam kata pengantarnya, Habibie mengaku jika penulisan buku ini menjadi terapi bagi dirinya untuk mengobati kerinduan, rasa tiba-tiba kehilangan dari seseorang yang telah menemani dan berada dalam kehidupannya selama 48 tahun 10 hari, baik dalam berbagi derita maupun bahagia. Walau pun ia sudah ikhlas tetapi ia tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia masih terpukul pasca ditinggalkan sang istri tercinta. Bahkan menurutnya antara dirinya dan Ainun adalah dua raga tetapi hanya satu jiwa. Tak berlebihan jika Habibie mengatakan saat dirinya menulis buku ini tiap halamannya penuh dengan tetesan air mata. Menurutnya kehadiran Ainun yang telah mendampinginya selama ini, telah menjadi api yang selalu membakar energi semangat dan jiwanya dalam menjalani hidup. Sekaligus laksana air yang selalu menyiram dan meredakan gejolak jiwanya hingga kembali tenang. Sejak sang permaisuri menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Ludwig Maximilian University LMU Muenchen, Jerman, Habibie masih merasa jika Ainun tetap berada di sisinya, Setiap ia keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba ia merasa berada pada sebuah dimensi ruang dan waktu yang lain. Sebuah dimensi dimana Ainun belum berpisah ke alam Barzah. Wajah sang istri seperti melekat disetiap sudut matanya, hadir dimanapun Habibie berada. Oleh karena itu, menurutnya hadirnya buku ini telah menutupi kekosongan jiwanya dari hari ke hari, bulan ke bulan mengikuti perjalanan sang waktu. 4. ISI NOVEL Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun. BJ Habibie, Seorang jenius pakar pesawat terbang, seseorang pemuda yang mempunyai mimpi dan cita-cita yang besar, membuat kendaraan terbang untuk satukan lndonesia. Ainun, seorang dokter muda dengan masa depan yang kisah cinta dua insan ini dimulai di tahun 1962, pertemuan mereka kembali setelah berpisah sejak bangku SMP, perubahan sosok dari kedua belah pihak saling memukau satu sama lainnya, Habibie yang begitu terpesona melihat sosok dewasa dari Ainun yang semanis gula, begitu juga dengan Ainun yang bukan hanya jatuh cinta kepada Habibie, Ainun juga terpukau dengan Visi dan Mimpi besar Habibie, dari situlah benih cinta mulai hadir, yang kemudian bungkus dengan sebuah pernikahan. Mulailah dua sejoli ini merajut bahtera rumah tangga dengan tinggal di Jerman, sebuah perjalanan cinta sejati, Habibie & Ainun dengan visi dan mimpi yang sama untuk diwujudkan bersama-sama, berjalan ditengan dinginnya hujan salju, diterpa badai-badai kehidupan, godaan dan cobaan. Bagi Habibie Ainun tercipta untuk saya, dan saya tercipta untuk Ainun. Tapi semua itu tak ada yang abadi, selalu ada batas dimana perpisaha itu pasti akan hadir. Buku ini sendiri baru di luncurkan pada tanggal 30 November 2010 lalu di Jakarta Menceritakan berbagai kisah cinta menarik antara Pak Habibie dan Ibu Ainun. Mulai dari perjumpaan keduanya yang menjadi awal segalanya, keseharian dalam mengarungi bahtera rumah tangga hingga kejadian memilukan tatkala sang takdir Ilahi memisahkan keduanya. Selain itu para pembaca juga akan menemukan beberapa untaian doa dan puisi cinta yang pernah ditulis keduanya. Buku ini terdiri dari 37 bab. Masing-masing bab nya mengandung hikmah tentang kehidupan dari sang profesor. Gaya ceritanya yang sederhana, menjadikan para pembaca ingin terus menyaksikan apa-apa saja tingkah pola Habibie dan Ainun di belakang layar pentas nasional. Sehingga para pembaca akan menemukan sebuah bacaan yang berbeda. Layaknya sebuah novel, Habibie mampu menyajikan sebuah alur cerita unik dan menawan sehingga begitu lekat dimata para pembacanya. Seperti perjuangan Habibie muda saat mengungkapkan perasaan cintanya kepada Ainun, cerita dibalik pendirian Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia ICMI, dibalik layar pemunculan dan terbang perdana pesawat buatan anak bangsa N250 Gatotkaca, hingga suasana duka kepergian sang istri tercinta serta beragam kisah lainnya yang rugi jika terlewatkan. Semoga hadirnya novel ini bisa menjadi refleksi atau pelajaran serta inspirasi bagi kita semua. Serta mampu memenuhi dahaga warga Indonesia yang ingin mengetahui fakta sejarah dari kehidupan sang profesor, hingga mampu dicatat dalam sejarah bangsa ini. Secara umum, kisah yang ditulis Pak Habibie ini bercerita semua hal tentang Ibu Ainun, mulai dari pertemuan pertama mereka hingga detik-detik maut memisahkan cinta keduanya. Kisah ini sangat inspiratif. Tentang cinta yang tulus dan sederhana. Sebenarnya, Ibu Ainun dan Bapak Habibie saat SD, bersekolah di tempat yang sama. Hanya saja pada waktu itu, ia belum merasakan getar cinta. Alih-alih suka, ia malah terkesan suka mengejek Ibu Ainun yang dianggapnya berkulit gelap. Pak Habibie bahkan menjuluki ibu Ainun dengan sebutan Gula Jawa. Meski suka menjahili lbu Ainun muda, namun semua guru selalu menjodohkan mereka meski hanya terkesan sebagai ejekan. Rasa cinta bapak Habibie pada ibu Ainun justru baru lahir pada saat mereka dipertemukan di waktu lain, dimana mereka berdua telah dewasa. Saat ini, Fanny, adik bapak Habibie mengajaknya berkunjung saat hari raya ke kediaman keluarga Ibu Ainun. Saat pertama kali melihat Ainun, bapak Habibie langsung bergetar hatinya. Cinta bapak Habibie tersebut disambut oleh ibu Ainun. Dalam waktu yang singkat keduanya sepakat untuk menikah. Perjalan selanj utnya, bapak Habibie dikisahkan memboyong lbu Ainun kembali ke Jerman. Di sinilah perjuangan mereka dimulai. Bapak Habibie merintis karirnya dari nol. Namun berkat kegigihan dan sokongan cinta dari Ibu Ainun, mereka berhasil melalui masa-masa sulit yang menguras tenaga juga emosi. Pada akhirnya bapak Habibie terus memperlihatkan prestasi yang membuat ia dikagumi banyak orang di Jerman. Kisah di dalam buku ini juga menyisipkan nilai nasionalisme. Bapak Habibie bercerita mengenai kepeduliannya pada bangsa, hanya saja beberapa kendala politik dan intriknya membuat bapak Habibie kapayahan. Namun, berkat niatnya yang tulus, ia kemudian berhasil menjadi orang Nomor 1 di Indonesia. Kisah ini sebenarnya tidak fokus pada bagaimana Pak Habibie memimpin Indonesia, tetapi seberapa kuatnya ibu Ainun mendampingi beliau yang sangat sibuk. Perannya sebagai Istri dan juga Ibu Negara dijalankan dengan baik. Meski beliau susah menemukan waktu untuk bercengkrama dengan Bapak Habibie. Kisah manis ini kemudian ditutup dengan kematian ibu Ainun akibat kanker yang dideritanya selama bertahun-tahun. Salah satu kisah paling mengharu biru dalam buku ini adalah pada saat ibu Ainun hendak dioperasi. Biasanya pak Habibie selalu datang menjenguknya di waktu yang sama. Hanya saja karena hari itu Ibu Ainun menjalani Operasi, Bapak Habibie tidak diperkenankan masuk ruangan tempat ibu Ainun dirawat. Hal ini kemudian mengguncang jiwa bu Ainun. la menangis sedih, karena ia berpikir ada hal buruk yang membuat suaminya belum datang. Ibu Ainun, wanita penyabar tersebut, masih mengkhawatirkan suaminya meski faktanya ia tengah sekarat. Begitulah cinta yang selalu belajar untuk tulus. 5. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NOVEL Kelebihan Buku ini membawa kita seakan-akan berada di posisi penulis sendiri yaitu pak BJ Habibie, juga rasa nasionalisme kita nantinya akan muncul dengan membaca novel ini. Kekurangan Di dalam buku ini pak BJ Habibie menggunakan kata-kata yang berbentuk curhatan, sehingga terkadang bahasanya membuat bingung di beberapa alur cerita. 6. KESIMPULAN Buku ini sangat layak untuk Anda baca. Cerita dalam novel ini sangat mencerminkan sang penulis, yaitu pak Bacharuddin Jusuf Habibie. Isi novel tidak hanya menceritakan kisah cinta, tetapi perjalanan hidup sang penulis. Buku ini mengajarkan beberapa hal yang penting di kehidupan kita, yaitu kita diajarkan arti sebuah cinta sejati yang jarang dimiliki suatu hubungan, mengajarkan kesetiaan kepada pasangan, menggugah kita menciptakan sesuatu, membangun rasa nasionalisme yang sudah tidak ada di jaman sekarang, serta membangkitkan semangatjuang untuk berguna bagi semua, untuk bangsa. Pembaca ikut merasakan kisah yang terjadi di buku ini. Latar tempat menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca. Sungguh cerita yang sangat menginspirasi. Walaupun gaya bahasa pak Habibie agak sedikit sulit untuk dipahami tetapi tidak menjadikan buku ini bosan untuk dibaca. Bagi penggemar tokoh Habibie novel ini sangat cocok menjadi pilihan dan novel ini dapat dibaca oleh setiap kalangan, terutama remaja. Dijamin buku ini akan membuat pembacanya terinspirasi dan membangkitkan jiwa nasionalisme. Selamat membaca! Lanjut baca Resensi Novel Hijabers In love Lengkap! Le Grand Voyage review, a great islamic movie! A Short Review Film Habibie & Ainun adalah film garapan MD Pictures yang mengisahkan tentang alur cerita Habibie dan Ainun, cinta sejati sehidup semati. Kisah hidup Presiden RI ke-3 ini dan istri setianya pasti membuat kamu terharu. Mau tahu sinopsis film Habibie dan Ainun? Baca selengkapnya berikut ini, ya! Baca juga 12 Fakta Film Habibie dan Ainun 1-3 yang Tak Disangka-Sangka Film Habibie dan Ainun Film Habibie Ainun diproduksi oleh MD Pictures, salah satu PH terbesar di Indonesia dan terdiri dari tiga sekuel, yaitu Habibie & Ainun, Rudy Habibie, Ainun & Habibie 3. Tema film Habibie dan Ainun adalah drama biopik. Cerita singkat Habibie dan Ainun yaitu tentang hidup B. J. Habibie, Presiden RI ke-3 dan istrinya, Hasri Ainun Bersari. Film Habibie dan Ainun Menceritakan tentang Apa? Inilah sinopsis Habibie dan Ainun dari film yang pertama hingga ketiga. Baca juga 7 Alur Cerita Habibie Ainun, Berujung Cinta Sehidup Semati Sinopsis Film Habibie & Ainun 1 Film yang pertama ini tayang pada 20 Desember, 2012 dengan disutradarai oleh Faozan Rizal. Pemeran Habibie & Ainun juga merupakan aktor papan atas seperti Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, dan lainnya. Sinopsis Habibie Ainun yang pertama bermula dari Rudy Habibie Bacharuddin Jusuf Habibie yang merupakan seorang ahli pesawat terbang dengan mimpi besar. Habibie ingin membuat pesawat terbang untuk Indonesia demi menyatukan bangsa. Di sisi lain, Ainun adalah seorang dokter muda yang cerdas. Habibie dan Ainun “dijodohkan” oleh guru ilmu pasti mereka. Tapi, Habibie tidak pernah punya ketertarikan terhadap Ainun sejak SMP. Bahkan, Habibie sempat menjuluki Ainun “gula jawa.” Setelah mereka berdua lulus sekolah, Habibie melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung, lalu tak sampai setahun, Habibie kuliah di Jerman. Baru, 8 tahun setelahnya, Habibie bertemu lagi dengan Ainun di teras rumah Ainun. Mereka pun semakin dekat dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Ainun mengikuti jejak suaminya ke Jerman untuk menuntut ilmu dan mewujudkan cita-cita besar; yaitu membuat pesawat terbang untuk Indonesia. Kisah cinta mereka berdua benar-benar terlihat di film Habibie & Ainun ini. Dari awal kenal hingga jadi pasangan suami istri yang cintanya abadi. Namun, Ainun sakit keras dan wafat pada 24 Maret, 2010. Sinopsis Film Rudy Habibie Rudy Habibie adalah sekuel kedua yang tayang pada 30 Juni, 2016 dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film kedua ini merupakan adaptasi dari buku Rudy Kisah Masa Muda Sang Visioner karya Gina S. Noer. Lokasi syuting yang menjadi lokasi utama dari film ini yaitu Yogyakarta, Jakarta, Görlitz dan Aachen Jerman. Film Rudy Habibie lebih menceritakan tentang kisah hidup B. J. Habibie sewaktu muda ketika menetap di Parepare dan Makassar, pergi ke kampung halaman di Gorontalo, di Bandung, dan kuliah di Jerman. Rudy Habibie bertemu dengan seorang gadis Polandia bernama Ilona Ianovska. Ilona merupakan cinta pertama Habibie semasa kuliah di Jerman, jauh sebelum Habibie bertemu dengan Ainun di Indonesia. Tak hanya Ilona, Habibie terjebak dalam cinta segitiga dengan kehadiran gadis ningrat asal Solo bernama Ayu. Namun, Habibie tidak bisa meninggalkan panggilan bangsa Indonesia yang baru saja merdeka dan sedang membutuhkan sosok muda jenius dan bercita-cita tinggi seperti Habibie. Sinopsis Film Habibie & Ainun 3 Sekual ketiga ini kebalikan dari sekuel kedua; film ini mengisahkan Ainun sewaktu masih muda yang kembali disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan tayang pada 19 Desember, 2019. Sinopsis film Habibie & Ainun 3 berawal dari in memoriam of B. J. Habibie yang meninggal pada 11 September, 2019, dipersembahkan oleh sang produser, Manoj Punjabi. Selanjutnya, pada tahun 2011, sepulang Habibie dari makam Ainun untuk mengenang setahun istrinya, Habibie menceritakan kisah “Eyang Putri” alias Hasri Ainun Besari kepada cucu-cucunya. Di sinilah alur film dimulai. Semasa sekolah, Habibie pernah meledek Ainun berkulit gelap dan hitam dengan sebutan “gula jawa.” Habibie pun mengaku tidak pernah tertarik kepada Ainun karena Habibie ingin fokus belajar. Setelah lulus, Ainun mendaftar fakultas kedokteran di Universitas Indonesia. Awalnya, Ainun tak kunjung mendapatkan surat dari UI, tapi lama kelamaan Ainun sadar bahwa surat UI berada di tangan abangnya. Padahal, Ainun diterima di UI kala itu. Malam harinya, Ainun pergi ke pesta dan bertemu dengan Habibie. Habibie mengatakan bahwa dirinya telah lulus dari RWTH Aachen, Jerman. Scene berganti menjadi tahun 1944 di Sadeng, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, mengisahkan keluarga Ainun yang pernah mengungsi karena masa penjajahan Jepang. Setelah berhasil bertahan dari kedudukan Jepang, Ainun dan ibunya menempati rumah yang lebih layak dan besar. Scene berlanjut ketika Ainun sudah masuk ke Universitas Indonesia dan mengikuti ospek fakultas. Ainun mendapat perlakuan yang kasar dari kayak kelasnya, Agus dan temannya. Di sisi lain, Ainun memang gadis yang cerdas. Hal ini terbukti dari kuliah Ainun yang selalu lancar, bahkan Ainun dikagumi oleh banyak orang, salah satunya adalah Ahmad yang berasal dari fakultas Hukum. Ahmad sudah menaruh hati kepada Ainun sejak kuliah, sehingga ketika mereka sudah lebih dekat, Ahmad melamar Ainun. Namun, kejadian buruk menimpa Ainun. Hal ini terjadi ketika Ainun sedang ke pasar malam bersama Ahmad dan Ainun langsung memberikan pertolongan kepada seorang anak yang terlempar dari ledakan sebuah permainan. Alhasil, ibu dari anak yang tak bisa terselamatkan itu pun menganggap Ainun sebagai pembunuh. Keesokan hari, Ainun pulang ke Bandung, sedangkan Ahmad pergi ke luar negeri. Singkat cerita, Ainun pun sudah lulus dari kuliah sebagai lulusan terbaik. Ainun memberikan pidato tentang emansipasi wanita. Kemudian, Habibie, sudah selesai dengan studinya di Jerman, kembali ke Indonesia, bertemu Ainun, dan jatuh cinta. Dari situlah kisah cinta mereka berlanjut. Film Habibie & Ainun 3 ditutup dengan kutipan Habibie dari wawancara Habibie bersama Najwa Shihab. Kesimpulan film Habibie dan Ainun dari sekuel pertama hingga ketiga yaitu bahwa kisah cinta dan perjalanan hidup mereka pun ada sepak terjangnya, tapi tetap sejati hingga ajal menjemput. Belum nonton ketiga film Habibie & Ainun? Wajib streaming sekarang juga di Disney+ Hotstar! Habibie & AinunPERHATIAN!Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini. Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie dikenal sebagai presiden yang bijaksana dan begitu menyayangi istrinya, Hasri Ainun Habibie. Kisah cinta mereka yang saling setia hingga maut memisahkan pun menjadi inspirasi banyak orang. Cerita cinta Bapak Habibie dan Ibu Ainun ini pun bisa kamu saksikan dalam film Habibie & Ainun. Berikut review dan sinopsisnya! Sinopsis Habibie dan Ainun dikisahkan menjadi teman satu sekolah saat SMA. Namun kala itu Habibie belum menyukai Ainun dan menyebutnya hitam seperti gula jawa. Keduanya kemudian melanjutkan mimpi masing-masing. Habibie bersekolah ke Jerman sementara Ainun menjadi dokter. Setelah dewasa, keduanya kembali bertemu. Habibie jatuh cinta pada Ainun yang menurutnya kini sudah cantik seperti gula pasir. Setelah keduanya makin dekat, Habibie dan Ainun pun memutuskan untuk menikah. Habibie membawa Ainun ke Jerman untuk menemaninya bekerja hingga meraih gelar doktor. Keduanya pun menjalani kehidupan yang sederhana dan serba prihatin. Karir Habibie sebagai insinyur di Jerman cukup sukses. ia juga berhasil meraih gelar doktor. Kala itu, Ainun juga hamil dan mereka hidup bahagia dengan anak mereka. Setelah lulus sebagai doktor, Habibie mencoba mengirim surat pada Indonesia dan menawarkan diri untuk bekerja di industri penerbangan Indonesia. Namun Indonesia menolak dengan alasan bahwa industri penerbangan di dalam negeri saat itu masihlah belum siap. Habibie pun akhirnya meneruskan karirnya di luar negeri. Ia banyak berkontribusi pada industri di luar negeri. Ainun yang mulai merindukan karirnya sebagai dokter juga memilih untuk kembali bekerja menjadi dokter. Beberapa tahun kemudian, Indonesia yang telah dipimpin oleh Presiden Soeharto memanggil Habibie untuk pulang. Pemerintah Indonesia menjanjikan siap untuk mendukung segala proyek pembangunan yang dirancang oleh Habibie. Habibie pun menerima tawaran tersebut. Namun ia meninggalkan Ainun yang masih bekerja sebagai dokter dan anak-anaknya di Jerman. Di Indonesia, Habibie memulai proyek pembuatan pesawat terbangnya di Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN. Beberapa tahun kemudian, Ainun memutuskan untuk berhenti sebagai dokter. Ainun dan anak-anak pun pulang ke Indonesia. Habibie juga telah ditunjuk sebagai Menteri Riset dan Teknologi di era pemerintahan Soeharto. Habibie juga mengalami banyak ujian selama menjabat sebagai menteri. Banyak orang-orang yang berusaha menyuapnya hingga berbagai media yang memberitakan proyeknya. Selama itu pula, Ainun selalu ada untuk mendukungnya. Hingga akhirnya pada tahun 1995, pesawat pertama buatan Indonesia yang merupakan proyek Habibie berhasil mengudara. Hal tersebut menjadi prestasi besar BJ Habibie. Setelah itu, Habibie kemudian diangkat menjadi wakil presiden Indonesia. Habibie pun semakin sibuk dengan tugasnya sebagai wakil presiden. Di masa tersebut, Indonesia juga semakin mengalami krisis ekonomi. Puncaknya adalah peristiwa Mei 1998 yang membuat Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Habibie kemudian menggantikan posisi Soeharto sebagai presiden Indonesia. Di masa pemerintahannya, Habibie mengeluarkan banyak keputusan penting untuk Indonesia, namun banyak pula permasalahan yang ia hadapi. Habibie kian sibuk sebagai presiden dan sering kali tak memikirkan kondisi kesehatannya. Hal itu sering kali membuat Ainun voucher streaming Netflix, Disney+, Prime Video, Viu, dll murah di Lazada Pada pemilu tahun 1999, Habibie memutuskan untuk tidak ikut dalam pemilihan presiden. Setelah lengser dari jabatannya sebagai presiden, Habibie pun banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling dunia bersama Ainun. Namun pada masa itu pula, Ainun divonis mengalami kanker ovarium yang sudah kian parah. Habibie kemudian membawa Ainun ke Jerman untuk menjalani pengobatan di sana. Ainun telah menjalani berkali-kali operasi, namun kondisi Ainun kian hari kian menurun. Pada 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie pun meninggal dunia. QuoteQuoteFilm Habibie & Ainun mengangkat kisah nyata tentang cinta pertama dan terakhir dari Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Bacharuddin Jusuf BJ Habibie dan mendiang istrinya Alm. Hasri Ainun Habibie. Film bergenre drama romantis ini diberi judul berdasarkan buku tulisan Habibie sendiri yag berjudul 'Habibie & Ainun'QuoteProses syuting dilakukan mulai Juli 2012 dan rencananya akan tayang pada Desember 2012. Film ini menobatkan Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari berperan sebagai Habibie dan Ainun dibawah arahan sutradara Faozan Habibie & Ainun Pemeran Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Hengky Sulaiman, Bayu Oktara Sutradara Faozan Rizal Genre Drama Produser Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi Produksi MD PICTURESQuoteSinopsis Habibie & AinunRudy Habibie adalah seorang yang jenius, ia ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Semantara Ainun adalah seorang wanita muda yang cerdas dengan jalur karir terbuka lebar untuknya sebagai seorang dokter. Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka pun akhirnya menikah dan terbang ke mimpi bukanlah perkara yang selalu mudah, Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka berdua terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kekuasaan saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, sosok Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Sama halnya dengan Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?QuoteQuoteInilah Film kisah asmara BJ Habibie dengan istrinya, Ainun, diangkat dari buku karya mantan Presiden RI yang ke-tiga ini. film yang sangat menakjubkan. Adrie yang konon masih saudara dari Habibie ini, kudu ekstra kerja keras merampungkan film tersebut sebelum hari ulang tahun Ainun. Yakni, tanggal 11 Agustus 2012. Saat ditemui di kawasan Mega Kuningan Jakarta belum lama ini, Adrie mengungkapkan keinginannya untuk menggarap film Habibie-Ainun, karena dilatar-belakangi oleh laku kerasnya buku bertajuk Habibie dan Ainun di Sejarah Penulisan Buku Habibi AinunBuku itu ditulis sendiri oleh pria bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie selepas sang istri meninggal dunia pada Mei 2010 lalu. Wanita bernama lengkap Hasri Ainun Habibie ini meninggal di RS Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Grohadern, Munich sekitar pukul waktu Jerman atau sekitar pukul WIB. Buku ini menjadi menarik, karena mengingatkan kita kembali kepada sebuah ungkapan Hingga Maut Memisahkan’. Dan rasanya, memang sebuah ungkapan yang pas buat pasangan Habibie-Ainun. Pasalnya, dengan penuh kesetiaan, Habibie menunggu sang istri dalam suka dan duka, bahkan hingga Ainun dipanggil Yang Maha Ainun Habibi dalam Tiga Bahasa Arab, Jerman dan inggrisDari itulah, maka Habibie membuat buku perjalanan kisah asmara mereka. Tanggapan pasar cukup bagus, bahkan buku tersebut pun sudah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa, dengan menggunakan tiga penerjemah. Yakni, Profesor Nabila Lubis untuk bahasa Arab, Brigitte Burke untuk edisi bahasa Jerman, dan edisi bahasa Inggris oleh Satrio widono. Dari itulah, Adrie langsung berinisiatif menggarap buku tersebut ke dalam film layar lebar. Menanggapi hal itu, salah seorang sineas senior Tanah Air, Deddy Mizwar, Jumat 3/2, di kawasan Cikini Jakarta mengatakan, kalau film-film yang mengangkat tentang tokoh Indonesia memang saat ini jarang ada. Nah, dengan adanya penggarapan film Habibie dan Ainun ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif untuk memperkaya film sejarah di Indonesia. Kenapa?Quote"Sebab, Habibie merupakan salah seorang tokoh yang masih disegani di Indonesia. Habibie juga banyak menghasilkan karya, salah satunya di bidang penerbangan. Hingga ke tingkat internasional, karyanya pun diakui," papar pemeran tokoh Nagabonar ini. QuoteQuoteDi Balik Pembuatan Film Habibi AinunFilm-film yang mengangkat tentang tokoh kepahlawanan atau pun tokoh yang berprestasi hingga ke tingkat internasional itu, lanjut Deddy, penting keberadaannya. Pasalnya, semua film itu sebenarnya merupakan pencetak sejarah, yang kelak bisa terus dinikmati oleh berbagai generasi. Misalnya, film Cut Nyak Dien yang pernah diperankan oleh aktris kawak di negeri ini, Christine Hakim. Kyai Haji Ahmad Dahlan lewat film Sang Pencerah. Bahkan, film Sunan Kalijaga dan Nagabonar yang pernah ia perankan sendiri. Gunanya apa, Dedy menjelaskan, itu untuk menjaga nasionalisme dari generasi ke generasi, bahwa di negeri ini punya banyak orang hebat. Pun, akhirnya bangga menjadi orang pun mengangkat tentang kisah asmara Habibie-Ainun, tapi nama besar Habibie-lah yang bisa memberikan pelajaran berharga kepada semua generasi, bahwa cinta sejati itu ternyata masih di Indonesia sendiri, kata Deddy, saat ini masih kategori mengalami pasang-surut. Ditambah, masih banyaknya masalah festival film di negeri ini, yang seperti kita tahu masih banyak adu pendapat, sehingga banyak jenis festival film di Indonesia. Sebut saja, Festival Film Indonesia FFI dan Indonesian Movie Awards IMA. Beberapa sineas juga masih masuk dalam pengkotak-kotakkan. Ada Masyarakat Film Indonesia MFI, yang diprakarsai oleh sineas gaek Mira Lesmana, Riri Riza, dan Nia Dinata. Dalam kacamata MFI, film di Indonesia masih dikuasai’ oleh kepentingan, bukan dihargai secara karya. Misalnya, pemenang FFI diduga masih ada unsur kepentingan dari pihak rumah produksi terkait. Siapa berani bayar, itu pemenangnya, sehingga MFI lebih memilih mengikuti IMA, yang diprakarsai oleh salah satu televisi berlambang rajawali itu. Sementara bagi Deddy sendiri, ia lebih ingin bersifat netral bersama sineas-sineas kawak lainnya, seperti Didi Petet dan Niniek L Karim. Aktor sekaligus Sutradara sinetron Kiamat Sudah Dekat ini ingin menjadi jembatan bagi perfilman nasional, sehingga semua bisa berkarya dan masyarakat pun bisa diberikan suguhan tontanan film yang berkualitas, bukan yang berbau esek-esek seperti beberapa tahun belakangan sineas handal lainnya, Garin Nugroho, saat ini sedang merampungkan sebuah film sejarah dan kepahlawan berjudul Soegija, yang mulai diproduksi pada Nopember 2011 lalu. Dengan mangambil lokasi di Gereja Gedangan Semarang, film ini mengangkat ketokohan Uskup Mgr Soegijapranata pada era perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1940-1949. Soegijapranata sendiri merupakan tokoh Katolik pribumi Jawa yang pertama kali menjadi uskup serta dikenal sebagai seorang pahlawan ini telah direncanakan sekitar tiga tahun lalu oleh Studio Audio Visual Puskat dan Garin sebagai sutradaranya. Film ini menggandeng sejumlah artis dan seniman seperti Nirwan Dewanto, Butet Kertaradjasa, dan Olga Lydia. Kenapa Garin tertarik menggarap film berlatar belakang sejarah ini? "Garin juga mengungkapkan, bahwa film ini menjadi sangat penting, karena memberikan pesan yang mendalam tentang sebuah kepemimpinan," ujar Garin saat dihubungi via ponsel pribadinya belum lama ini. Film ini sendiri, tambah Garin, tidak akan banyak berbicara mengenai agama, melainkan lebih banyak tentang pesan universal dan kemanusiaan. Dari film inilah, menurut Garin, bangsa Indonesia akan belajar tentang kemanusiaaan dan By Klik Banner dan Silahkan Berkunjung 18-12-2012 0125 Monggo Disimak gan - 18-12-2012 0125 Kaskus Addict Posts 2,489 Kayaknya kisahnya seru wajib nongton 18-12-2012 0131 Kaskus Addict Posts 2,460 QuoteOriginal Posted By pinkanâ–șKayaknya kisahnya seru wajib nongton benul gan siap" kumpulin duit 18-12-2012 0132 QuoteOriginal Posted By paliâ–ș benul gan siap" kumpulin duit kalo ngumpulin duit mah mending di beli aja gan kasetnya tapi pertama mah musti di bioskop 18-12-2012 0134 Kaskus Addict Posts 2,460 QuoteOriginal Posted By AIeRiqwanâ–șkalo ngumpulin duit mah mending di beli aja gan kasetnya tapi pertama mah musti di bioskop yg rare seperti ini emang kudu musti wajib di koleksi kan gan 18-12-2012 0136 QuoteOriginal Posted By akuitu88â–șbagus tuhh sepertinya... nonton ahh... iya gan rilis perdana si udah tapi untuk tamu2 penting, tayang umum di bioskop denger2 nti tgl 20 des 18-12-2012 0136 QuoteOriginal Posted By paliâ–ș yg rare seperti ini emang kudu musti wajib di koleksi kan gan iya gan masa twiligh aja di tonton yang ini masa kagak ada koleksi 18-12-2012 0137 QuoteOriginal Posted By pinkanâ–șKayaknya kisahnya seru wajib nongton Sip gan 18-12-2012 0149 Kaskus Addict Posts 2,002 Pemeran tokoh habibie kurang pas kayaknya ya gan 18-12-2012 0155 Kaskus Addict Posts 2,009 seru nih buruan nonton 18-12-2012 0201 Kaskus Addict Posts 1,849 bukunya kuq limitid edition ya!! padahal ane pengen baca 18-12-2012 0211 ini dia salah satu tokoh idola ane, Bapak BJ Habibie. Kepintarannya di ilmu teknik sangat dahsyat! Salah satu orang terpintar di Indonesia & yg bs mengangkat nama bangsa ini dg hasil2 ciptaannya terutama di Kementrian Riset & Teknologi. Walaupun dlm ilmu politik dia lemah, tp dia salah satu tokoh yg patut diacungi jempol. Dan ternyata dibuatin film ya ttg kisah cintanya dg istrinya Kisah cinta sejati tu, kenal waktu msh sekolah, menikah & cuma maut yg bs memisahkan mereka. 18-12-2012 0232 Aktivis Kaskus Posts 679 nice info gan... 18-12-2012 0245 Kaskus Addict Posts 2,120 romantic true story .. wajib ane tongton nih 18-12-2012 0315 QuoteOriginal Posted By AIeRiqwanâ–ș kalo ngumpulin duit mah mending di beli aja gan kasetnya tapi pertama mah musti di bioskop beli aja dah yg 7 rebu an gans 18-12-2012 0321 QuoteOriginal Posted By . ini dia salah satu tokoh idola ane, Bapak BJ Habibie. Kepintarannya di ilmu teknik sangat dahsyat! Salah satu orang terpintar di Indonesia & yg bs mengangkat nama bangsa ini dg hasil2 ciptaannya terutama di Kementrian Riset & Teknologi. Walaupun dlm ilmu politik dia lemah, tp dia salah satu tokoh yg patut diacungi jempol. Dan ternyata dibuatin film ya ttg kisah cintanya dg istrinya Kisah cinta sejati tu, kenal waktu msh sekolah, menikah & cuma maut yg bs memisahkan mereka. ia gan,.. kayaknya seru tuh barangkali bisa buat referensi agan,.. kali aja mau buat film tentang kisah cintanya juga atau buat belajar setia seperti beliaunya 18-12-2012 0937 QuoteOriginal Posted By beli aja dah yg 7 rebu an gans ah itu mah bajakan brarti 18-12-2012 1004 - Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari adalah dua siswa yang termasuk cemerlang di kelasnya masing-masing saat SMA. Kebetulan guru pelajaran ilmu pasti mereka sama. Melalui candaan Gouw Keh Hong, si guru ilmu pasti, Habibie dan Ainun “dijodohkan”.“Ini menarik kalau Hasri jadi dengan Habibie. Jika mereka jadi suami istri, anaknya bisa pintar-pintar,” kelakar Guru Gouw di kelas seperti diingat Habibie dalam Ainun Habibie Kenangan Tak Terlupakan di Mata Orang-orang Terdekat 2012 1-3 yang disusun A. Makmur Makka. Siapa sangka candaan sang guru ternyata menjadi ternyata hingga mereka lulus dan Habibie melanjutkan study ke Jerman keduanya tak pernah benar-benar dekat. Rudy sapaan akrab Habibie saat muda awalnya memang tak pernah punya perasaan apapun pada Ainun, namun sang ibu lah yang menginginkan keduanya kala itu masih enggan dan kurang tertarik dengan urusan percintaan, ia lebih tertarik untuk segera menyelesaikan study doktoral sambil bekerja di Institut Konstruksi Ringan Tumbuh di Teras Rumah AinunNamun ternyata semua berubah, saat itu Rudy diantar Fanny, adiknya untuk bertamu ke rumah Ainun di Ranggamalela. Pertama kali bertemu muka dengan Ainun yang telah beranjak dewasa, seperti dituturkan Gina S. Noer, Rudy yang dulu pernah ia perolok dengan julukan “gula jawa”, karena menurutnya jelek, kini dibilangnya “gula pasir” karena kejelitaannya, dicatat Gina S. Noer dalam Rudy Kisah Masa Muda Sang Visioner 2016 238.Semangat Rudy kian menyala ketika keduanya bercakap di teras rumah Ainun. Saat makan malam bersama keluarga Besari, Rudy sempat bercerita tentang upaya mahasiswa Indonesia di Jerman untuk melakukan perubahan di tanah air. Lalu Ainun bertanya, “Apa yang sudah kalian kerjakan untuk menciptakan perubahan itu?”Rudy kembali terkejut, baginya seumur hidup, belum pernah ada perempuan yang bertanya semacam itu kepadanya. Tak disangka, gadis itu punya perhatian pula pada peran mahasiswa bagi tanah Rudy pernah berpesan agar saat mencari pendamping harus mampu mengimbanginya. Barangkali memang Ainun lah pendamping itu. Dari obrolan di teras rumah Ainun itulah rasa saling suka tumbuh di antara merasa Ainun adalah kawan bicara yang mampu mengimbanginya. Ainun selalu menunjukkan antusiasme dengan intensitas yang sama saat mengobrol dengan Rudy.“Saya ingin membangun bangsa ini supaya kualitas hidupnya meningkat, bukan hanya pangan dan rumah, melainkan pendidikan. Rakyat bisa punya wawasan. Saya mau menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Rudy tentang cita-citanya kala mengajak Ainun jalan-jalan.“Saya mau menyehatkan rakyat sebab hanya orang sehat yang bisa bekerja di tempat kamu. Saya sehatkan SDM biar bisa kamu pakai,” balas Ainun hlm. 240.Baca juga Habibie & Ainun 3 Nostalgia Masa Muda Versi Jefri-Maudy Ayunda Habibie dan Riwayat Penyakit yang Pernah Dideritanya Menikah dan Melanjutkan Hidup di JermanHubungan keduanya makin dekat dan cinta membawa mereka menikah pada 12 Mei 1962 di Bandung. Sebulan kemudian, mereka terbang ke Jerman. Tiga tahun pertama pernikahan, Rudy fokus sebagai pencari nafkah dan membangun karier. Sedangkan Ainun mengurus rumah pernah menulis surat kepada A. Makmur Makka untuk keperluan publikasi buku Kesan dan Kenangan Setengah Abad Habibie 1986. Versi lengkap surat ditampilkan pada Ainun Habibie Kenangan Tak Terlupakan di Mata Orang-Orang Terdekat 2012. Di antara semua kejadian yang ia lalui puluhan tahun bersama Habibie, Ainun memilih untuk menulis tahun-tahun pertama pernikahan setengah tahun pertama berumah tangga adalah waktu yang sangat menantang bagi Ainun. Ainun sempat didera kesepian di negeri orang dan itu sungguh bukan hal mudah. Ia tidak punya teman bicara. Habibie kerja sampai larut malam agar bisa lancar mendapat promosi pekerjaan.“Penghasilan kami pas-pasan. Suami harus mencuri waktu bekerja sebagai ahli konstruksi pada pabrik kereta api. Ia pulang jam 11 malam dan lanjut menulis disertasi. Dua sampai tiga kali seminggu ia berjalan kaki sejauh 15 km ke tempat kerja. Sepatunya berlubang dan hanya ditambal ketika musim dingin. Ketika hamil anak pertama, saya belajar menjahit untuk menghemat biaya. Lama-lama jahitan saya tidak jelek. Saya bisa memperbaiki yang rusak, membuat pakaian bayi, dan menjahit pakaian dalam persiapan musim dingin. Prioritas kami sebelum Ilham lahir ialah membeli mesin jahit. Tidak ada uang kecuali untuk membeli mesin jahit,” tulis berkata harus melakukan segala sesuatu sendiri agar sang suami bisa memusatkan perhatian pada tugasnya. “Hidup berat, tetapi manis.” Kebahagiaan Ainun tiba di malam hari saat ia dan Habibie bisa menjalani aktivitas masing-masing di ruangan yang itu ialah satu dari sedikit perkataan Ainun tentang kehidupan personal Ainun yang dimuat di media massa. Makmur berkata, Ainun bukan orang yang nyaman diwawancara tentang topik selain aktivitas organisasi yang didirikannya, semisal Orbit, lembaga penyedia beasiswa bagi murid-murid kurang setelah anak-anak mereka cukup besar untuk bisa dititipkan kepada pengasuh, Ainun baru bisa ikut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai dokter anak di sebuah rumah sakit di pekerjaan itu, Ainun dapat mandiri dengan gaji yang hampir menyamai Rudy. “Saya bisa membantu suami membeli tanah dan rumah di Kakerbeck,” ungkap Ainun dalam memoarnya yang bertajuk “Tahun-tahun Pertama”, yang terhimpun dalam Ainun Habibie Kenangan Tak Terlupakan di Mata Orang-orang Terdekat hlm. 130.Tapi dua tahun setelahnya Ainun justru memutuskan untuk berhenti bekerja. Keputusan itu ia ambil saat Thareq, anak bungsunya, sakit keras. Kala itu ada gejolak dalam dirinya, ia merasa bisa mengurus anak orang lain tapi lalai dalam mengurus anaknya Badai Menghantam HabibieKekuatan cinta antara Habibie dan Ainun memang tak perlu diragukan, keduanya bisa saling mendukung dan melalui masa sulit bersama. Bahkan saat Ainun di vonis dokter menderita kanker ovarium kala itu Hasri Ainun Besari menjalani pemeriksaan MRI dokter menyatakan Ainun menderita kanker ovarium stadium lanjut. Mendengar hal itu Habibie lantas menelepon Duta Besar Jerman di meminta agar dibuatkan visa untuk berkunjung ke Jerman dalam beberapa jam ke depan. “Harus jadi hari ini juga. Saya harus berangkat ke Jerman,” katanya mengulang perkataan kepada sang duta besar. Ia mengucap lagi kalimat tersebut saat menjadi bintang tamu acara bincang santai Rosi di Kompas duta besar kebingungan. Habibie tetap memaksa. Ainun sakit keras dan Habibie baru saja mengetahui hal itu. Usai MRI, Ainun yang telah sadar mencoba menenangkan dengan berkata pada suaminya bahwa tidak ada hal yang perlu Habibie menjawab dengan perkataan “ovarium stadium 3-4,” mendengar itu Ainun hanya terdiam, ia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kondisi kesehatannya.“Saya tidak mau mati di luar negeri,” kata Ainun kepada Habibie. Ainun bersedia pergi bila sang suami berjanji akan membawa dirinya kembali ke Jakarta pada Desember 2010 agar bisa menghadiri rapat Bank Mata, organisasi yang bergerak di bidang donor mata bagi para tunanetra. Ainun aktif di sana. Ia yang membuat lembaga ciptaan Tien Soeharto itu kembali berfungsi. Habibie siap memegang komitmen janji itu urung ditepatinya, Ainun wafat pada 24 Maret 2010 di Jerman setelah menjalani sembilan kali sakit tak sedikitpun Habibie meninggalkan Ainun, begitu pula saat Ainun meninggal. Ini menjadi hantaman badai besar bagi kehidupan Habibie. Setiap hari selama 100 hari pertama, Habibie ziarah ke makam sang isteri. Setiap malam ia tidur ditemani anak dan cucu. Bahkan setelahnya selama seminggu sekali ia tetap berkunjung ke makam isterinya di Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk mengganti bunga yang mulai layu di atas makam ditinggal istri membuat Habibie menderita penyakit psikosomatis. Dokter berkata, bila Habibie tidak melakukan apapun untuk tubuhnya, ia bisa menyusul Ainun dalam waktu tiga bulan.“Bapak kehilangan orang yang bisa melindunginya. Ibu punya insting tajam. Dia bisa membisikkan Bapak, menjauhkannya dari hal-hal jahat yang muncul di sekitarnya. Pasangan ini bisa memberi nilai untuk satu sama lain. Pernikahan ialah kerja keras dan tidak semua berakhir baik. Ibu dan Bapak ialah dua orang cerdas dan dewasa sehingga mereka bisa melalui ini,” kata Gina S. Noer, penulis skenario film Habibie & memilih bangkit dan berupaya menyembuhkan diri dengan menulis kisahnya bersama Ainun. Buku berjudul Habibie & Ainun terbit pada November melalui perjuangan panjang bertahan tanpa ada sang isteri yang mendampinginya, Rabu 11 September 2019 pukul Habibie menghembuskan nafas terakhir, menyusul Ainun di keabadian. - Gaya Hidup Penulis Nur Hidayah PerwitasariEditor Yantina Debora

sinopsis buku habibie dan ainun