Orangyang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah swt. Di dalam hadis Nabi pun, banyak keterangan Rasulullah saw menunjukkan keutamaan ilmu dan orang-orang yang memiliki ilmu-pengetahuan. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa: “Siapa yang menempuh jalan yang di dalamnya ia menuntut ilmu pengetahuan, Allah Sepertiterdapat dalam Al Bayan Wa Al Ta’rif Fi Asbab Wurud Al Hadits Al Syarif, (jilid 1, hal. 63). 3. Para Penetap Ilmu Pengetahuan Manusia. “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman antara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat” (Surat Al Mujadalah, ayat 11). 4. Orang yang Membuat Perjanjian. Tampilkanlebih banyak. 17 Cara Mendidik Anak Laki-Laki Menurut Islam, Yuk Ikuti! Keluarga. Simak Seperti Apa Hukum Khotbah Nikah dalam Agama Islam Berikut Ini. Keluarga. Arti dan Tujuan Mahar Pernikahan Dalam Islam, serta Contoh yang Boleh dan Dilarang Dijadikan Mahar. Keluarga. 5 Doa Pembuka Majelis dan Keutamaannya, Masya Allah! Keluarga. Alquransebagai rujukan pertama juga banyak membahas tentang rasa percaya diri. Dalam surat Ali Imran ayat 139, Allah Swt berfirman: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orangorang yang beriman.”. Selain itu, ada pula kumpulan dalil MENGHARGAIPERBEDAAN. Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhānahu Wata’ālā. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah hWWE. 33% found this document useful 3 votes2K views20 pagesDescriptionMakalah AgamaOriginal TitleMakalah Agama Tentang Sifat,Kekurangan Dan Kelebihan Manusia Dalam Pandangan IslamCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?33% found this document useful 3 votes2K views20 pagesMakalah Agama Tentang Sifat, Kekurangan Dan Kelebihan Manusia Dalam Pandangan IslamOriginal TitleMakalah Agama Tentang Sifat,Kekurangan Dan Kelebihan Manusia Dalam Pandangan IslamJump to Page You are on page 1of 20 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 18 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Kumpulan Manusia. Foto Adoe StockSurat At Tin ayat 4 menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang Allah SWT ciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Meski demikian, Allah juga berfirman dalam ayat-Nya yang lain bahwa manusia juga makhluk yang SWT berfirman dalam surat An Nisa ayat 28 “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan bersifat lemah.” Menurut at-Thabari dalam Tafsir at-Thabari, manusia diciptakan dengan sifat lemah untuk menghidari jima’ bersenggama dengan lawan menurut Tafsir Al-Muyyasar, surat An Nisa ayat 28 tersebut menerangkan bahwa Allah ingin mempermudah manusia dengan syari’at dan tidak mempersulit mereka karena sifat lemah yang manusia menurut Islam ada banyak macamnya. Apa saja? Simak penjelasan lebih lengkapnya dalam uraian artikel di bawah Manusia Menurut IslamKumpulan Manusia. Foto Adoe StockDr. Ahmad Hosaini dalam buku Manajemen Diri mengatakan, kelemahan manusia menurut Islam telah tercantum dalam beberapa ayat Alquran, di antaranya1. Suka Berkeluh Kesah dan KikirDalam surat Al Marij ayat 19-21 disebutkan bahwa manusia adalah makhluk dengan sifat berkeluh kesah dan kikir. Apabila manusia sedang dalam keadaan susah, maka ia akan sering berkeluh kesah. Namun jika mendapatkan kebahagiaan, maka ia akan menjadi juga merupakan makhluk Allah yang paling banyak membantah apa yang telah diperintahkan dan dilarang oleh-Nya. Allah SWT berfirman “…, Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” QS. Al Kahfi 54Allah SWT memberikan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun mereka semua enggan menerimanya karena khawatir akan menghianatinya. Akhirnya, Allah pun memberikan amanat tersebut kepada manusia dan berakhir dengan alasan mengapa manusia dianggap zalim dan bodoh. Dalam surat Al Ahzab ayat 72, Allah SWT berfirman “…, Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”Kumpulan Manusia. Foto Adoe Stock4. Lebih Mencintai Kehidupan DuniaBanyak dari umat manusia yang lebih mementingkan kehidupan dunianya dibandingkan akhirat. Salah satu ciri orang yang lebih mencintai kehidupan dunia adalah yang kerap menunda sholat karena disibukkan oleh kerjaan atau hal lainnya. Sebagaimana firman Allah SWT “Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu hai manusia mencintai kehidupan dunia.” QS. Al Qiyamah 20Sebagian manusia memiliki sifat tergesa-gesa atau tidak sabaran. Padahal, sesuatu yang dilakukan secara tergesa-gesa tidak akan cepat terselesaikan, justru akan lebih banyak menimbulkan SWT berfirman “Manusia telah dijadikan bertabiat tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” QS. Al Anbiya 376. Ingkar dan Tidak Pernah BersyukurManusia memang makhluk pelupa, namun itu tidak bisa menjadi alasan untuk mengingkari apa yang sudah ia janjikan. Selain itu, manusia juga tidak pernah bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan sifat manusia yang tidak pernah bersyukur adalah selalu merasa kekurangan atau tidak puas dengan rezeki pemberian Allah SWT. Dia berfirman “Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhannya.” QS. Al Adiyat 6Dalam surat Yunus ayat 12 dijelaskan bahwa manusia memiliki sifat melampaui batas. Itu karena mereka hanya akan berdoa kepada Allah apabila tertimpa bahaya atau musibah. Namun jika Allah telah memberikan bantuan, maka ia akan bertingkah seolah-olah tidak pernah memohon kepada-Nya. Manusia diciptakan oleh Allah untuk menyembah kepada-Nya QS adz-Dzariyat [51] 56. Manusia ditugaskan untuk mengemban amanah tugas keagamaan QS al- Ahzab [33] 72. Manusia ditugaskan untuk menjadi pengelola khalifah di bumi QS al-Baqarah [2] 30. Manusia juga ditugaskan untuk menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar QS Ali Imran [3] 110. Semuanya itu niscaya dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Allah berfirman "Apakah manusia mengira bahwa dia akan dibiarkan begitu saja tanpa dimintai pertanggungjawaban oleh Allah?" QS al-Qiyamah [75] 36. Memang, amanah tugas keagamaan yang dibebankan kepada manusia itu masih dalam batas kesanggupannya. Sebab, Allah secara tegas menyatakan Dia tidak akan membebani manusia di luar batas kesanggupannya QS al-Baqarah [2] 286. Namun, di lain pihak, secara kodrati, manusia memiliki kelemahan QS an-Nisa [4] 28. Kelemahan manusia yang disebutkan dalam Alquran bermacam-macam. Beberapa di antaranya merupakan tabiat buruk. Pertama, manusia bertabiat zalim dan bodoh. Allah berfirman "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat tugas keagamaan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." QS al-Ahzab [33] 72. Kedua, manusia bertabiat membantah. Allah berfirman "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Alquran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." QS al-Kahfi [18] 54. Ketiga, manusia bertabiat tergesa-gesa. "Dan manusia itu berdoa untuk kejahatan sebagaimana dia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia itu cenderung tergesa-gesa." QS al-Isra [17] 11. Keempat, manusia bertabiat melampaui batas. Allah berfirman "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orangorang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan." QS Yunus [10] 12. Kelima, manusia bertabiat ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Allah berfirman "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhannya" QS al-'Adiyat [100] 6. Keenam, manusia bertabiat keluh kesah dan kikir. Allah berfirman "Sesungguhnya manusia itu diciptakan bertabiat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan dia amat kikir." QS al-Ma'arij [70] 19 – 21. Kedelapan, manusia bertabiat susah payah. Allah berfirman "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." QS al-Balad [90] 4. وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ 143. Dan tatkala Musa datang untuk munajat dengan Kami pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya, berkatalah Musa "Ya Tuhanku, nampakkanlah diri Engkau kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya sebagai sediakala niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". MANUSIA adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah swt. Manusia juga dituntut untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Seperti yang telah Allah katakan dalam Al-Quran “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” adz-Dzaariyaat ayat 56. Selain untuk menyembah Allah SWT, manusia juga dijadikan Khalifah dimuka bumi Allah, sebagai mana Allah telah berfirman dalam AL-Quran "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, ”Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” al-Baqarah [2] 30 Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah. Namun, dibalik itu setiap insan manusia pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Karena Allah SWTtidak membebani umatnya diluar batas kesanggupannya. “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” An-Nisa ayat 28. Berikut kelemahan yang dimiliki manusia dalam dirinya Pertama, manusia yang sifatnya membantah Allah berfirman "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Alquran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." al-Kahfi ayat 54. “Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib memberitahukan bahwa Rasulullah pernah mengetuk pintu rumahnya pada malam hari yang ketika itu ia bersama Fathimah binti Rasulullah seraya berkata “Tidakkah kalian berdua mengerjakan shalat?” Lalu aku menjawab “Ya Rasulullah, sesungguhnya jiwa kami berada di tangan Allah, jika Dia berkehendak untuk membangunkan kami, maka kami bangun.” Maka beliau pun kembali pada saat kukatakan hal itu kepadanya, sedang beliau sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pun kepadaku. Kemudian ketika beliau membalikkan pungungnya sambil menepuk pahanya, beliau membacakan wa kaanal insaanu aktsara syai-in jadalan “Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak menibantah.”. HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab ash-Shahihain. Kedua, Manusia selalu Zalim dan Bodoh Amanat berat yang telah disematkan pada manusia itu berupa perintah dan larangan dari Allah SWT. Akan tetapi, ada manusia yang bisa memikul beban ini secara lahir dan batin, merekalah orang-orang beriman. Dan ada yang menerimanya dengan melakukan kemunafikan dan kesyirikan. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Quran, sungguh manusia itu aman Zalim dan bodoh. “Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikkullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Al Ahzab ayat 72. Ketiga, Manusia bersifat melampaui batas “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” Yunus Ayat 12."Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Alah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas," Al Maidah Ayat 87. Keempat, Manusia bersifat keluh kesah dan kikir "Sesungguhnya manusia itu diciptakan bertabiat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan dia amat kikir." Al-Ma'arij Ayat 19 – 21.Kelima, Manusia Bersifat tergesa-gesa "Dan manusia itu berdoa untuk kejahatan sebagaimana dia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia itu cenderung tergesa-gesa." QS al-Isra Ayat 11. Mudah-mudahan Allah SWT menghilangkan sifat kelemahan yang ada dalam diri kita. Amin. [Tek] Baca Juga Tahukah Anda Bahaya Hasad? Do'a Nabi Yusuf Penangkal Rasa Rindu Loading PreviewSorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above. Manusia memang diciptakan Allah sebagai makhluk yang terbaik dari segi penciptaannya. Manusia dianugerahi akal dan nafsu yang karenanya bisa membawanya pada kebahagiaan termasuk juga pada kesengsaraan, baik di dunia dan di akhirat. Namun dalam kesempurnaanya tersebut terselip juga celah kelemahan dan kekurangan manusia yang harus dipelajari, diketahui, dan diantisipasi. Tidak mampu memahami dan mengenali kelemahan diri sendiri akan berakibat fatal yaitu akan menghantarkan pada kesengsaraan. Berbicara mengenai kelemahan dan kelebihan manusia, hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT pada kitab suci Al-Qur'an yang lebih mengarah pada sikap, sifat dan perilaku manusia itu sendiri. MANUSIA adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah swt. Manusia juga dituntut untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Seperti yang telah Allah katakan dalam Al-Quran “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” adz-Dzaariyaat ayat 56. Selain untuk menyembah Allah SWT, manusia juga dijadikan Khalifah dimuka bumi Allah, sebagai mana Allah telah berfirman dalam AL-Quran "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, ”Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” al-Baqarah [2] 30 Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah. Namun, dibalik itu setiap insan manusia pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Karena Allah SWTtidak membebani umatnya diluar batas kesanggupannya. “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” An-Nisa ayat 28. Berikut kelemahan yang dimiliki manusia dalam dirinya Pertama, manusia yang sifatnya membantah Allah berfirman "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Alquran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." al-Kahfi ayat 54. “Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib memberitahukan bahwa Rasulullah pernah mengetuk pintu rumahnya pada malam hari yang ketika itu ia bersama Fathimah binti Rasulullah seraya berkata “Tidakkah kalian berdua mengerjakan shalat?” Lalu aku menjawab “Ya Rasulullah, sesungguhnya jiwa kami berada di tangan Allah, jika Dia berkehendak untuk membangunkan kami, maka kami bangun.” Maka beliau pun kembali pada saat kukatakan hal itu kepadanya, sedang beliau sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pun kepadaku. Kemudian ketika beliau membalikkan pungungnya sambil menepuk pahanya, beliau membacakan wa kaanal insaanu aktsara syai-in jadalan “Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak menibantah.”. HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab ash-Shahihain. Kedua, Manusia selalu Zalim dan Bodoh Amanat berat yang telah disematkan pada manusia itu berupa perintah dan larangan dari Allah SWT. Akan tetapi, ada manusia yang bisa memikul beban ini secara lahir dan batin, merekalah orang-orang beriman. Dan ada yang menerimanya dengan melakukan kemunafikan dan kesyirikan. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Quran, sungguh manusia itu aman Zalim dan bodoh. “Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikkullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Al Ahzab ayat 72. Ketiga, Manusia bersifat melampaui batas “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” Yunus Ayat 12."Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Alah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas," Al Maidah Ayat 87. Keempat, Manusia bersifat keluh kesah dan kikir "Sesungguhnya manusia itu diciptakan bertabiat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan dia amat kikir." Al-Ma'arij Ayat 19 – 21.Kelima, Manusia Bersifat tergesa-gesa "Dan manusia itu berdoa untuk kejahatan sebagaimana dia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia itu cenderung tergesa-gesa." QS al-Isra Ayat 11. Mudah-mudahan Allah SWT menghilangkan sifat kelemahan yang ada dalam diri kita. Amin. [Tek] Baca Juga Beramal! Tanamlah Dalam-Dalam Biji Keikhlasan Tahukah Anda Bahaya Hasad? Do'a Nabi Yusuf Penangkal Rasa Rindu

hadits tentang kelebihan dan kekurangan manusia