1 Lenny Marlina (Nyi Iteung dalam Si Kabayan) Lenny Marlina pernah memerankan sosok Nyi Iteung dalam film Si Kabayan. Film yang diproduksi pada 1975 ini Si Kabayan-nya diperankan oleh Kang Ibing. Berbeda dengan tokoh "legenda" yang hidup di kalangan orang Sunda, Si Kabayan dalam film ini hanya diambil sisi kebodohannya yang diharapkan bisa
Filmberbeda dengan cerita buku, atau cerita sinetron. oleh Kang Ibing, yang kemudian mendirikan grup lawak De Kabayan. Film tersebut disutradarai oleh Bay Isbahi. Tokoh Nyi Iteung diperankan oleh Lenny Marlina. Kerjasama PT Kharisma Jabar Film dan Pemda Provinsi Jabar kemudian dilanjutkan dengan membuat film "Si Kabayan dan Gadis Kota
HOBIBERTEATER: RESENSI NASKAH JATU KAYI: Judul Naskah : Jatu Kayi Penulis : M. May Ramadhan Tebal Naskah : 18 Halaman Di tengah era manusia modern yang mulai acuh dan tak jarang yang melupakan asal-usulnya, kabayan, tokoh cerita legenda masyarakat jawa barat, dalam naskah jatu kayi yang ditulis oleh may ramadhan ini justru sedang dipusingkan dengan asal-usulnya.
Diakhir pertunjukkan ini akhirnya Kabayan dan Nyi Iteung bisa bertemu kembali dan mereka resmi menikah karena kegigihan dan ketulusan cinta Kabayan kepada Nyi Iteung.Nah, pasti d'Traveler penasaran kan dengan pertunjukan drama musikal si Kabayan yang seru dan memukau dengan kemegahan panggung dan atraksi para penari yang disajikan di wahana
Mendengarcerita itu , mertua dan istrinya memarahinya habis-habisan . " kabayan , mengapa rusa itu bukan di tangkap! Ini mah malah ekornya di bakar , ya jelas lari " ujar nyi iteng . "ah , dasar si kabayan . orang lain mah sengaja memburunya .
FzH9bh. Pada suatu hari, ada seorang laki-laki di tanah Pasundan yang bernama Si Kabayan. Laki-laki ini terkenal sebagai seseorang yang banyak akal tapi pemalas. Padahal, jika dipikir-pikir, Si Kabayan ini adalah orang yang cukup pintar. Hanya saja ia lebih senang menggunakan akalnya untuk mendukung rasa malasnya dan membuat alasan jika ditegur orang akan Kabayan pun juga sudah menikah dengan seorang perempuan bernama Nyi Iteung. Si Kabayan dan Nyi Iteung tinggal bersama orang tua Nyi Iteung. Mertua Si Kabayan ini sering kali kesal dengan rasa malas Si Kabayan tapi apa boleh buat? Anaknya mencintai Si Kabayan, sehingga ia pun juga harus belajar untuk menerima Si pada suatu hari, Si Kabayan diminta mertuanya untuk mengambil siput-siput yang ada di sawah. Dengan berat hati, Si Kabayan mengiyakan permintaan mertuanya itu dan berangkat ke sawah. Namun, sesampainya ia di sawah, ia merasa malas dan hanya duduk-duduk di sana. Ia tidak mengambil satu siput pun di sana. Saat sang mertua merasa Si Kabayan sudah pergi dari rumah cukup lama, ia merasa kebingungan kenapa mantunya ini tidak kembali pulang juga. Sang mertua pun akhirnya menyusul Si Kabayan ke ia sampai, ia terkejut dan merasa geram karena melihat Si Kabayan hanya duduk bersantai di sana. “Kabayan! Kenapa kamu hanya duduk di sini? Sana, turun ke sawah dan ambik siput-siput itu!” Katanya dengan menggunakan nada tinggi karena merasa amat saja Si Kabayan enggan mengambil siput dan memberikan alasan pada mertuanya. Menurut Si Kabayan sawahnya sangat dalam, sehingga ia tidak berani untuk turun. Jika ia turun, ia merasa dirinya akan tenggelam dan tidak terselamatkan. Karena kesal, sang mertua pun mendorong tubuh Si Kabayan hingga jatuh ke sawahnya sangat dangkal! Si Kabayan pun hanya tersenyum dan tertawa kecil dengan wajah merasa tiodak bersalah. Akhirnya, Si Kabayan pun mengambil siput-siput yang diminta oleh mertuanya juga. Saat hari mulai gelap, mereka berdua kembali ke rumah harinya, mertua Si Kabayan memintanya untuk memetik buah Nangka yang sudah matang. Tentu saja dengan berat hati Si Kabayan mengiyakan permintaan mertuanya ini. Pohon Nangka yang dimaksud oleh sang mertua terletak di pinggir sungai dan batangnya menjorok di atas Kabayan merasa ia harus bekerja keras untuk mengambilnya. Saat sampai, ia pun jadi malas untuk melakukannya. Namun, karena ia sudah berjanji, ia akhirnya memanjat batang pohon untuk mengambil nanasnya. Saat ia berhasil memetilk satu buah nangka, buah itu justru jatuh ke sungai. Si Kabayan tidak mengambil buah yang jatuh itu dengan cepat, ia hanya melihat buah itu Si Kabayan kembali ke rumah, sang mertua sangat bingung melihat Si Kabayan pulang dengan tangan kosong. Karena penasaran, ia pun bertanya pada Si Kabayan ke mana perginya buah-buang nangka yang sudah Si Kabayan petik.“Lho?! Buah nangkanya belum sampai? Tadi sudah aku minta padahal pada buah itu untuk berjalan duluan ke rumah. Ternyata, buah nangka itu belum sampai juga, ya,” ucap Si Kabayan dengan memasang wajah sok kebingungan. Sang mertua pun bingung dengan maksud Si Kabayan dan memintanya untuk menjelaskan kembali.“Jadi, tadi saat aku petik buah nangka itu jatuh ke sungai. Ternyata, buah itu memilih untuk berjalan sendirian sampai rumah. Lalu, aku biarkan saja, tapi ternyata ia kesasar dan tidak tahu arah sepertinya,” sang mertua pun geram mendengar alasan Si Kabayan yang tidak masuk akal itu. Si Kabayan pun dimarahi habis-habisan dan Si Kabayan hanya tertawa tipis karena menurutnya ucapan ia tadi cukup hari setelahnya, sang mertua mengajak Si Kabayan pergi memetic kacang koro di kebun. Mereka memabawa karung yang besar untuk membawa hasil petikan mereka kembali ke rumah. Sesampainya di sana, tentu saja Si Kabayan merasa malas setelah ia memetik beberapa kacang koro, sementara mertuanya masih tetap memetik. Beberapa jam kemudian, sang mertua usai memetik semua kacang koro. Ia pun heran karena ia tidak melihat Si Kabayan di sekitar kebun. Sang mertua berpikir mantunya ini sudah kembali ke rumah untuk tidur siang. Dengan rasa kesal, ia pun pulang ke rumah sambil membawa karung yang sangat sampai rumah, sang mertua sangat terkejut karena ia menemukan Si Kabayan di dalam karung itu. “Karung ini untuk kacang koro, bukan manusia!” Teriak sang mertua pada Si Kabayan. Si Kabayan pun terbangun dan keluar dari harinya, sang mertua kembali mengajak Si Kabayan pergi memetik kacang koro. Namun, ia masih sangat kesal dengan Si Kabayan karena kejadian kemarin. Sang mertua pun berpikir untuk membalas dendam. Saat Si Kabayan masih sibuk memetik kacang koro, sang mertua masuk ke dalam karung dan tidur di sana. Beberapa jam kemudian, Si Kabayan menyadari bahwa mertuanya tidaka da di kebun. Akhirnya, Si Kabayan pun memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, ia memeriksa isi karung itu terlebih dahulu. Ia sangat terkejut karena melihat mertuanya ada di dalam karung. Si Kabayan tentu saja tidak ingin memikul mertuanya. Ia akhirnya menyeret karung itu dan mertuanya pun terbangun karena kesakitan.“Kabayan! Kabayan! Berhenti! Inia bah!” Teriaknya dari dalam karung. Si Kabayan memasang wajah sok kaget sambil berkata, “Ini karung untuk kacang koro, bukan manusia!” Mereka berdua pun kembali ke rumah tanpa berbicara. Sang mertua semakin kesal dengan Si Kabayan. Di rumah, ia tidak mau berbicara dengan mantunya itu. Si Kabayan pun menyadari bahwa ia kini sedang dibenci oleh mertuanya. Karena Si Kabayan lelah dengan perilaku dan kebencian mertuanya, ia berpikir bagaimana cara agar mertuanya tidak kesal kabayan bertanya pada istrinya, siapa nama mertuanya. Namun, Nyi Iteung tidak mau memberi tahunya karena adat keluarga Si Kabayan memiliki kepercayaan bahwa mengetahui nama mertua itu tidak baik dan merupakan pantangan. Namun, Si Kabayan membujuk istrinya dan berkata bahwa ia ingin tahu nama mertuanya karena ia ingin mendoakannya. Jika ia tidak tahu nama mertuanya, ia khawatir doanya akan tersasar dan malah sampai pada orang lain—bukan pada mertuanya. Akhirnya, istrinya memberi tahu nama ayahnya. Namanya adalah Ki Si Kabayan tahu nama asli mertuanya, ia mencari air enau yang masih mengental. Ia juga mengambil banyak kapuk. Lalu, ia pergi ke lubuk, tempat di mana mertuanya biasa mandi. Si Kabayan membasahi seluruh tubuhnya dengan air enau yang kental dan menempelkan kapuk di sekujur tubuhnya lalu memanjat pohon dan duduk di dahan pohon seraya menunggu kedatangan mertuanya yang akan mertuanya datang dan mandi, Si Kabayan berteriak dengan suara yang dibuat menjadi lebih berat dan memanggil mertuanya dengan nama aslinya, “Nolednad! Nolednad!” Mertua Si Kabayan kaget mendengar namanya dipanggil. Saat ia melihat ke atas, ia melihat ada sosok putih yang menyeramkan—padahal sebenarnya itu adalah Si Kabayan.“Nolednad, aku ini Kakek penunggu lubuk ini,” kata Si Kabayan.“Aku peringatkan kepadamu, Nolednad, engkau harus menyayangi Kabayan karena ia cucu kesayanganku. Jangan berani-beraninya engkau menyia-nyiakannya. Urus dia baik-baik. Urus sandang dan pangannya. Jika engkau tidak melakukan pesanku ini, niscaya engkau tidak akan selamat!” Ucap Si Kabayan. Tentu saja mertuanya sangat terkejut dan ia berjanji pada dirinya agar ia berbuat lebih baik pada Si Kabayan. Setelah kejadian itu, sang mertua tidak pernah kesal lagi pada Si Kabayan dan untungnya Si Kabayan pun menyadari sikapnya yang buruk selama mereka berdua hidup tentram di rumah dan tidak pernag bertengkar lagi.
* Mulai tidinya, hirup si Kabayan berubah 180’ jauh ti sifat aslina. Si Kabayan jadi sok mabok, penampilanna oge beda, jeung manehna kapikiran omongan si Abah pikeun melet si iteung. Akhirna Kabayan datang ka ema dukun pikeun melet si Abah supaya ngarestuan hubungana jeung Nyi IteungDukun “ Hahahahahaha........ Diuk maneh! Hah, jadi maneh hayang si Abah ngarestuan hubungan maneh jeung si Iteng?”Kabayan “ Nya Nyi... kuring hayang si Abah jadi bager ka kuring jeung narima kuring jadi mantu.”Dukun “ Tenang, maneh teu salah datang kadieu. Naon wae masalah bisa dibereskeun. Hahahaha...., Ngan aya syarat nu kahiji nyaeta maneh kudu mandi kembang 7 rasa. kadua maneh kudu nyiapkeun 2 hulu anak hayam. jeung nu katilu tiap malam minggu maneh kudu nyiapkeun sesajen nu eusina sagelas Luwak Black Kopi, Tory tory chesee crackers, jeung oreo eskrim rasa orange.”Kabayan “ Hah, Jaaarrrukk..”Dukun “Hahahahaha.... Isukan syarat syarana kudu geus dilakonan, jeung hiji deui... syarat nu penting pisan nyaeta.... duit!Kabayan “ siap Nyi...”* Sangges balik ti dukun si kabayan ngalamun bari jeung ngomekeun ceulina, jeung teu lila manehna kasarean. Dina sarena si Kabayan ngimpi paeh. Suasana makin mencekam tiba-tiba muncul dan terdengar suara-suara mistis dan suara malaikat yang bergema didalam kesunyian.Malaikat “Kabayan..... Bangun..... bangun.....Mayat Kabayan “ kabayan bangun dengan dengan muka ketakutan dan bingung Haaaah.... dimana ieu... poeeeek.... eungaaaap, ari kuring nya geus paeh?Malaikat “ Hai,,,Bani Adam .... Marobuka ....Mayat Kabayan “ Haah, dibuka? dibuka nanaonan?”Malaikat “ Siapa Rasul dan apa kitabmu? JAWAB...”Mayat Kabayan “ hah, Rasul? Kitab? duka, duka kuring teu apal, kuring ngan nyaho oge ... .... .....* guyonan dance, jaipong jsb"Malaikat “Terlaknat kau kabayan, Kau sudah jauh dari agamamu! Kau berubah hanya karena cinta! Selama kau hidup kau pergunakan mulutmu untuk membicarakan orang tua, minum alkohol, kakimu kau langkahkan ke tempat haram dengan datang ke dukun, hatimu kotor dengan niat memelet mulutmu akan terkunci, kau tidak akan bisa mengelak dari apa yang telah kau perbuat. Rasaan pembalasan dari apa yang telah kau perbuat.”Mayat Kabayan “ Mbung... Embung... Ampuuuun ampuuun kuring hayang baliiik...”Malaikat “ Hahaha... Setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawaban, dan sungguh Allah sangat mencintai umatnya yang selalu taqwa dijalan-Nya, kau rasakan siksa kuburmu... Hahahaha!”Mayat Kabayan “Ampuuuun... ampuuun... iteung... iteung... iteung...!"* Didinya keneh si kabayan hudang tina ngimpina, teu lila nyi iteung datang bari ceurikNyi iteung “ Kang Kabayan... akang... kang kabayan...”Kabayan “ Iteng? Iteung Iteung... iteung kunaha ceurik?”Nyi iteung “ Si Juned kang sijuned nipu iteung.”Abah “ Heueuh.. kabayan si juned nipu, padahal mah si juned geus boga anak pamajikan, Abah era ka maneh kabayan, hampura abah. Ayeunamah ku Abah sorangan direstui jeung si Iteng, asal sifat maneh hade deui.”Kabayan “ Abah bener? heueuh abah, kabayan janji ek ngubah deui sifat kabayan. Tapi Abah Bener?Abah “ heueuh.. kabayan soalna si Iteung kekeuh hayang kamaneh.”Nyi iteung “ Abah bener?”Abah ; “ Heueuh..”Nyi iteung “Abah bener ?”Abah ” Heueuh..”Nyi iteung “ Abah bener?”Abah ”eeuh iteung...”* Teu lila dukun datangDukun “ eiiiiits aya naon ieu? Kabayan mana janjimu?Kabayan ”eeeh... kadieu heula kadieu... Nyi kuring teu jadi melet si Abah, kuring ek tobat”Dukun ” Apa?... tong sok maen maen kabayan, janji angger janji!”Abah “ Janji naon ieu kabayan?”Dukun “ kieu... mun hayang nyaho mah, si kabayan geus boga niat rek melet abahna anu kaseep... hahaha....!"Kabayan “ Abah... hampura kabayan abah, kabayan boga niat ek melet abah, ambeh abah ngarestuan hubungan kabayan jeung nyi iteng, tapi henteu abah ayeuna mah pan kabayan tobat.”Nyi iteung “ Astagfirulloh akaaaang...”Abah “geus.. abah ngarti, ayeuna abah percaya kasorangan kabayan, sorangan geus jujur. Jadi geura tentukeun ek tanggal jeung bulan sabaraha maraneh nikah? tapi tong miheulaan abah nya, abah heula nu nikah..”Kabayan + Nyi iteung “ Hah...Abah ek nikah jeung saha?Dukun “ HAHAHAHAHAHAHAHAHA........."* Akhirna si Kabayan berubah deui sifatna kusabab mimpi paeh. Kabayan, Nyi Iteung, Abah, Dukun nu jadi pamajikan si abah hirup bahagia salawasna..* Tamat *PREV2 of 2PREV
- Si Kabayan adalah dongeng yang berasal dari Jawa Barat. Si Kebayan merupakan cerita rakyat Jawa Barat yang cukup populer bahkan tokoh Si Kabayan pernah diangkat ke layar rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya suatu daerah yang sarat pesan moral. Berikut ini adalah Dongeng Si Kabayan Asal Jawa Barat. Dongeng Si Kabayan Asal Jawa Barat Dahulu kala di tanah Pasunda, ada laki-laki bernama Si Kabayan. Ia merupakan laki-laki pemalas namun mempunyai banyak Si Kabayan lebih sering digunakan untuk mendukung kemalasannya. Si Kabayan memiliki istri bernama Nyi Iteung. Suatu ketika, Si Kabayan disuruh oleh mertuanya untuk mengambil siput-siput di sawah. Si Kabayan menuruti kemauan mertuanya dengan malas-malasan. Saat tiba di sawah, Si Kabayan tidak segera mengambil siput yang banyak terdapat di sawah, ia hanya duduk-duduk di pematang sawah. Lama tidak kembali ke rumah, mertua Si Kabayan menyusul ke sawah. Ia terperanjat melihat Si Kabayan hanya duduk-duduk di pematang sawah.
Bandung - Rumah panggung dengan bilik bambu di Kampung Sukahaji RT 02/RW 01, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat menyimpan sejarah perfilman Indonesia. Rumah itu tempat syuting sekuel film Si Kabayan tahun dengan dominasi warna biru dan putih di sebuah halaman luas dengan hamparan rumput hijau itu dijadikan rumah Nyi Iteung, Abah, dan Ambu yang dalam ceritanya menjadi pasangan dalam cerita itu diperankan oleh aktor kawakan yang saat ini sudah meninggal dunia, yakni Didi Petet. Almarhum Didi Petet memerankan Kabayan sejak tahun 1989 hingga 1994 dan bermain dalam empat judul film, yakni Si Kabayan Saba Kota 1989, Si Kabayan dan Anak Jin 1991, Si Kabayan Saba Metropolitan 1992, terakhir ada Si Kabayan Cari Jodoh 1994. Sementara itu, sosok yang memerankan Nyi Iteung, juga bukan aktris sembarangan. Tercatat nama besar semacan almarhum Nike Ardilla, Paramitha Rusadi, serta Desy Ratnasari, pernah menjejakkan kaki di rumah yang menjadi ciri khas kesederhanaan budaya sunda penuturan sang pemilik, rumah itu dibangun oleh kakeknya sekitar tahun 1923. Hampir berusia 100 tahun, pemilik masih mempertahankan desain rumah tanpa ada perubahan yang sangat mencolok selain hanya beberapa bagian diganti materialnya lantaran sudah di bagian dalam, suasana pedesaan sangat kental terasa. Lantai kayu dengan bunyi berdecit saat diinjak, dinding bilik, serta lampu temaram menghiasi setiap sudut ruangan rumah. Belum lagi bagian dapur atau pawon yang luas tempat bercengkerama keluarga tampak bersih dan rapi dengan tata letak perabotan jadul jaman dulu menciptakan suasana yang nyaman, klasik, ruang tengah, sengaja dipasang kumpulan foto pemeran bersama kru film dan keluarga pemilik rumah sebagai kenang-kenangan bagi anak cucuk kelak dibingkai dalam figura sederhana namun sarat makna."Rumah ini memang sudah sangat tua sekitar 97 tahun. Jadi saat ibu saya baru berusia 40 hari, dibawa pindah oleh nenek saya ke sini katanya. Dan sekarang ibu saya sudah meninggal," ujar Ida Widaningrum 62, cucu pemilik rumah, Sabtu 20/6/2020.Ida menuturkan sebagian besar perabotan rumah tersebut masih asli peninggalan nenek moyang mereka yang didapat dari hasil lelang peninggalan zaman Belanda sebel akhirnya Indonesia merdeka."Ini koleksi perabotan asli kakek-nenek kami, belum pernah diganti, tapi ada beberapa yang sudah diperbaiki. Di masanya termasuk barang mewah karena merupakan pembelian hasil lelang dari orang Belanda," berukuran 20x8 meter persegi ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare. Ida mengatakan menuturkan jauh sebelum dipakai syuting film Si Kabayan, rumah tua tersebut juga sempat dijadikan lokasi syuting sinetron dan film lainnya, semacam Emas Putih, Kelabang Gendi, dan Pel Ajaib."Mungkin karena suasananya yang nyaman dan desain rumahnya cocok dijadikan untuk tempat syuting, jadi agak sering disewa," dia menuturkan saat ini rumah tersebut lebih dijadikan sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar di hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha."Paling dipakai untuk pertemuan keluarga saja karena lumayan banyak kalau semua kumpul," dia membeberkan.
detikTravel Community - Trans Studio Bandung tak hanya menyediakan wahana seru, tapi juga pertunjukan teater. Salah satu ceritanya tentang Kabayan yang dikemas dalam drama musikal sih yang tidak kenal dengan cerita Kabayan, cerita rakyat orang Sunda yang terkenal dengan percintaan dengan Nyi Iteung. Nah, sekarang si Kabayan akan mengejar Nyi Iteung yang pergi untuk menjadi artis internasional. Bagaimanakah kisah perjalanan kabayan dalam mengejar cinta sejatinya?Selain memiliki berbagai kuliner yang enak dan wisata alam yang indah, Bandung juga memiliki theme park indoor terbesar di Asia Tenggara lho. Selain terkenal dengan 4 wahana ekstrem seperti Giant Swing, Vertigo Galaxy, Yamaha Racing Coaster dan Negeri Raksaksa, Trans Studio pun menghadirkan berbagai show dan parade yang ini saya diajak oleh salah satu komunitas traveler yang tergabung dalam forum d'Traveler untuk pergi ke Trans Studio Bandung dalam acara piknik d'Traveler Goes to Bandung. Acara dikemas dengan bebagai kegiatan yang semua acaranya sangat seru dan paling berkesan bagi saya adalah saat melihat pertunjukan teater Kabayan Goes to Hollywood. Sebuah pertunjukan yang penuh dengan kejutan di Trans City Theater. Cerita rakyat sunda yang terkenal ini ditampilkan dengan drama musikal sehingga memberi warna yang bermula dari sang Kabayan yang hatinya terasa sepi ditinggal pergi oleh Nyi Iteung ke Hollywood untuk menjadi artis international. Tak lama kemudian Kabayan mendapat kabar bahwa Nyi Iteung bertunangan dengan BredfitDengan adanya berita tersebut, Kabayan merasa kesal dan memutuskan untuk menyusul Nyi Iteung ke Hollywood. Keberuntungan pun berpihak pada Kabayan, karna tak disangka-sangka dia mendapatkan tiket gratis dari sabun colek pembelian Nini, "Memang jodoh mah nggak ke mana ya, hehe".Tingkah lucu Kabayan yang dipadukan dengan tatanan lampu yang indah, aksi panggung yang menarik, berbalut dengan musik dan special effect yang pas serta diperankan oleh tenaga profesional, membuat pertunjukan tidak terkesan membosankan. Ketika Kabayan bertemu dengan Bretney Spire yang bukan lain adalah Nyi Iteung, klimaks cerita pun ditampilkan. Mulai dari konflik yang terjadi di antara Nyi Iteung, Kabayan dan Bredfit. Dari konflik inilah Nyi Iteung pun kembali ke pangkuan Kabayan, happy menarik di dalam cerita ini adalah pada saat Nyi Iteung bernyanyi untuk Kabayan ditambah suasana romantis saat seorang pemain piano muncul ke atas panggung pertunjukan. Apalagi pas pertemuan kembali antara Nyi Iteung dengan Kabayan di sebuah bandara di Amerika. So sweet!Buat traveler yang lelah dengan antrean menaiki wahana, tidak ada salahnya untuk istirahat sambil menonton teater ini. Pokonya tidak akan menyesal deh. Setelah nonton teater ini dijamin capai, pegal pun hilang, dan siap menjelajahi semua permainan di Trans Studio traveler yang ingin nonton pertunjukan Kabayan Goes to Hollywood, traveler harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut- Jika ingin mengabadikan pertunjukan ini dengan foto atau video, traveler hatus mematikan flash kamera masing-masing- Pilihlah tempat duduk yang menurut traveler nyaman, sehingga dapat buat angle foto yang bagus- Jangan sekali-kali mencoba untuk berdiri, dikarenakan kursi didesain untuk tertutup secara otomatis. Jadi usahakan duduk senyaman mungkin- Bagi traveler yang ingin berfoto dengan para pemain, siap-siap untuk rebutan dengan pengunjung lain, dikarenakan sesi foto yang terbatasSelamat akhir pekan traveler, semoga liburan kali ini menyenangkan!
cerita kabayan dan nyi iteung